Cari Blog Ini

Minggu, 06 Maret 2011

Santana Jembatani Penggemar Dua Era


Gitaris legendaris Carlos Santana mampu memukau penggemarnya dalam dua hari penampilannya di Java Jazz Festival 2011. Komentar dan pujian pun berdatangan dari pengamat musik yang menyaksikan secara langsung penampilan pria ini.
"Ya, Santana kebetulan di dua malam ini seperti ingin menjembatani penggemarnya dari dua era yang berbeda, pertama dari era 70-an yang di 4 lagu awal penampilannya yang merupakan awal-awal eranya dia bermusik," ucap Denny Sakrie, pengamat musik ketika dijumpai di International Java Jazz Festival, Sabtu (05/03) malam.
Menurutnya dalam awal-awal penampilan lagu-lagu yang dibawakan tidak terlalu familiar bagi generasi muda. Namun hal itu segera terbayar setelah Santana membawakan Maria-Maria.
"Yang kasian ya yang generasi sekarang yang nggak bisa dan gak tau. Tapi ketika dia udah masuk ke lagu Maria-Maria baru generasi sekarang-nya bisa enjoy dan terbawa dengan gaya Santana. Apalagi di sela-sela pertunjukan dia menggaungkan light and love yang merupakan salah satu filosofi dia sebagai penganut iron spiritual dari guru spiritualnya yang bernama Sri Chinmoy," urainya.
Carlos Santana sendiri memiliki tambahan nama baptis Devadip. Pria ini menceritakan bahwa nama Devadip sendiri berarti sumber cahaya.
"Sebenernya nama baptisnya Santana adalah Devadip Carlos Santana, Devadip itu dari bahasa India yang artinya sumber cahaya, makanya dia sering menyebut-nyebut light and love. Karena menurut dia manusia itu tercipta dari cahaya dan cinta," tuturnya.
Dalam penampilan dua malam tersebut Santana juga membawakan lagu-lagu lain yang bertema cinta. "Kemudian dia kasih contoh lagu-lagu yang bertema cinta seperti yang A Love Supreme John Coltrane, It’s Only Love nya The Beatles yang keduanya juga mengusung tema-tema cinta, bahwa cinta itu yang mempersatukan manusia," jelasnya.
Pengamat tersebut menilai bahwa Santana membawakan sesuatu yang berbeda. Santana tampil luar biasa dengan menyatukan dua generasi penikmat musik.
"Ini merupakan konser yang luar biasa dan berbanding terbalik saat pertama kali dia main di JCC tahun 1996, waktu itu belum ada lagu smooth, jadi yang nonton ya yang era 70-an. Kalau sekarang sudah ada dua generasi dan dia juga sudah sangat ditunggu-tunggu kehadirannya sejak tahun 2005 yang sudah niat didatangkan oleh Pak Peter," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar